Widya Wicara Hadirkan Text to Speech Berbasis AI Sebagai Alternatif Pengisi Suara Instan


Ilustrasi Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

PT Widya Informasi Nusantara (Widya Wicara), perusahaan teknologi asal Yogyakarta ini menghadirkan produk baru berbasis AI bernama Text to Speech (TTS) Widya Wicara. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal telah memiliki produk canggih yang juga berbasis artificial intelligence (AI) seperti smart speaker dan chatbot.

Produk TTS Widya Wicara sendiri merupakan teknologi yang mampu mengubah teks menjadi suara yang dibuat semirip mungkin dengan penutur asli secara otomatis, dan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pengembangannya.

Direktur PT Widya Informasi Nusantara, Linawati menyampaikan bahwa teknologi baru ini memiliki tiga keuntungan utama. Keuntungan tersebut diantaranya adalah dapat membuat rekaman audio secara mudah, hemat biaya, serta proses produksi yang singkat.

“Kemudahan produksi 24/7 membuat pengguna hanya perlu menuliskan naskah pada kolom TTS untuk memproduksi audio tanpa perlu meluangkan waktu khusus untuk rekaman. Menggunakan TTS Widya Wicara ini, produksi audio atau voice over jadi lebih hemat dan efisien dari segi biaya dan waktu,” tutur Linawati dalam keterangannya, melansir dari Tribunnews.com, Jumat (8/10/2021).

Selain itu, Linawati juga menyebut bahwa penggunaan TTS ini akan memangkas biaya untuk kebutuhan alat rekaman, penyewaan studio, hingga membayar voice over talent untuk memproduksi audio dari teks yang sudah disusun terlebih dahulu.

Produk ini diklaim dapat mempersingkat waktu produksi karena dapat melakukan konversi teks ke audio sebanyak 500 karakter hanya dalam waktu 2,9 detik atau 760 persen lebih cepat dibandingkan dengan manusia.

“TTS Widya Wicara memiliki beberapa keunggulan yang tidak ditemukan dari TTS lainnya. Pertama, TTS Widya Wicara dapat menghasilkan suara yang natural layaknya manusia. Selain itu, TTS kami dapat menyediakan pilihan kustomisasi berupa integrasi yang dapat dilakukan ke sistem lain dengan API, custom voice, serta software TTS sesuai kebutuhan dan keinginan pengguna,” jelas Linawati.

Tidak hanya itu, Linawati pun menyebut bahwa TTS Widya Wicara dapat memahami tanda baca dengan baik, di mana suara dapat membedakan jeda untuk titik dan koma dalam teks secara tepat. Bahkan selain tanda baca, TTS ini juga dapat membaca akronim yang sudah baku seperti BMKG, BUMN, dan akronim lainnya.

Linawati pun mengatakan bahwa produk TTS Widya Wicara juga mampu membaca angka dengan baik tanpa perlu diubah menjadi huruf terlebih dahulu. Lalu, dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh TTS Widya Wicara, maka bisa dipastikan seluruh bidang pekerjaan di era digital membutuhkan teknologi ini.

Terakhir, dengan adanya inovasi berbasis AI ini Linawati berharap masyarakat Indonesia dapat melakukan produksi audio dengan lebih mudah serta efektif dan efisien, sehingga dapat mendukung pekerjaan di era digital saat ini.


Bagikan artikel ini