Transformasi Digital dan Infrastruktur dalam Mengusung Indonesia 4.0


Mentri Perindustrian

Mentri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan Industri 4.0 pada 4 April 2018. Presiden mencanangkan percepatan transformasi digital yang dibentuk dalam lima arahan, arahan yang pertama adalah percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet. Arahan kedua, percepatan transformasi digital sektor strategis: pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran. Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Keempat, percepatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Talenta Digital. Kelima, percepatan transformasi regulasi, skema pendanaan dan pembiayaan.

Dalam acara beberapa webinar  dan workshop yang diselenggarakan oleh Asosiasi Cloud Computing Indonesia dalam merayakan pekan Industri 4.0 yang berlangsung pada 21-26 September 2020 dengan rangkaian webinar pertama dengan tema  “Indonesia 4.0”  sekaligus dibuka dan diresmikan oleh  Menteri Industri RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.  Selain itu, terdapat pembicara lain yang turut hadir dalam pertemuan online, Ilham Akbar Habibie sebagai Executive Chairman Wantiknas, Vony Tjiu sebagai SMC Director Microsoft Indonesia, Tanto Suratno sebagai Director of Business and Sales Telkomsigma, Gati Wibawaningsih sebagai Dirjen IKMA Kemenperin, dan dimoderatori oleh Alex Budiyanto, Ketua Umum ACCI.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya webinar Indonesia selain merayakan pekan industri tahun 2020 untuk membentuk ekosistem inovasi tech startup, menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan tech provider. Tujuan dar webinar ini adalah mengakselerasi startup sebagai technology provider/problem solver bagi industri dan masyarakat, implementasi teknologi di industri khususnya industri kecil dan menengah (IKM), dan yang terakhir mensosialisasikan penggunaan teknologi buatan Indonesia.

Agus Gumiwang mengungkapkan bahwa, “Pemerintah juga mencanangkan Teknologi Kunci Pembangunan Sistem Industri 4.0 yang terbagi dalam tiga lapisan. Lapisan fisik atau terluar terdapat teknologi Wearable (AR/VR), Advanced Robotics, dan 3D Printing. Lapisan Konektivitas atau tengah adalah Internet of Things (IoT) dan Cloud. Lapisan Logis adalah Artificial Intelligence (AI). Pemerintah juga turut mendukung pembangunan infrastruktur digital, membangun e-commerce, program startup dan lain sebagainya”.Menteri Industri RI mengatakan,  “Saat ini telah banyak yang mengimplementasikan industri 4.0,pertambangan di kalimantan, seperti Perusahaan Schneider dan Perusahaan Petrosea”.

Executive Chairman Wantiknas juga memberikan penjelasan cara masyarakat agar siap menghadapi Indonesia 4.0 ini dengan memanfaatkan lompatan teknologi yang disebabkan oleh pandemi covid-19 yang telah mempercepat proses transformasi digital di seluruh dunia. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peranan penting dalam pemulihan ekonomi nasional untuk bersaing dikancah global, adanya percepatan SDM Talenta Digital Nasional yang memiliki future skills set sehingga terciptanya berbagai inovasi dalam negeri.

Perlu adanya penguatan kolaborasi multistakeholders yang terdiri dari pemerintah, industri perguruan tinggi, dan komunitas dalam mendorong era industri 4.0, Perubahan Traditional Supply Chain dari globalisasi ke lokalisasi menjadi momentum untuk memperkuat produksi dalam negeri dan ekonomi digital. Ilham Akbar menjelaskan bahwa di masa pandemi ini masyarakat diharapkan untuk mulai belajar dan menguasai dunia teknologi digital agar apabila kedepannya diterapkan, masyarakat tidak lagi bersusah payah melakukan aktivitas seperti bekerja, rapat, jual beli hanya dengan menggunakan aplikasi berbasis digital.

Director of Business and Sales Telkomsigma, Tanto Suratno menjelaskan peran telkomsigma dibutuhkan cara pandang yang efisien, telkomsigma sebagai member group telkom. Kita punya sesuatu strategi  yaitu digital connectivity, digital platform, digital services. Telkomsigma dalam menjalankan Cloud computing and Industry 4.0 dimulai dengan adanya data, analisa, market untuk mengkorelasi digital yang efektif. Cloud menjadi langkah yang simple untuk tiga sektor industri yang memainkan peran cukup vital untuk meningkatkan ekonomi indonesia. contohnya umkm indonesia dan startup yang paling mendongkrak perekonomian Indonesia. Sektor kedua adalah yang besar yang elastisitas bisnis dan adatif terhadap lingkungan dan bisa tersambung dengan cloud lain atau multicloud. Sektor ketiga adalah keamanan digital bagi perusahaan dalam menjaga elastisitas.