Pamerkan Teknologi di Hannover Messe, BOSCH Berkomitmen Percepat Implementasi Industri 4.0 di Indonesia


BOSCH

Gedung BOSCH

Indonesia merupakan basis industri manufaktur terbesar di ASEAN dengan kontribusi yang mencapai lebih dari 20 persen untuk PDB nasional. Hal ini pun menjadikan industri manufaktur sebagai sektor industri yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Maka guna mempertahankan daya saing Indonesia sebagai sentra manufaktur terbesar, beberapa waktu lalu pemerintah RI meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Peta jalan ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi industri 4.0 di sektor prioritas seperti otomotif, makanan dan minuman, tekstil, elektronik, kimia, farmasi serta alat kesehatan.

Maka sejalan dengan hal ini, BOSCH yang merupakan perusahaan manufaktur raksasa dengan basis produk Artificial Intelligence and Internet of Things (AIoT) serta penggagas konsep industri 4.0 secara global menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah Indonesia mengimplementasikan teknologi industri 4.0 dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Melalui kompetensi utama BOSCH dalam bisnis perangkat keras, perangkat lunak, serta layanan, perusahaan ini akan mempersiapkan berbagai pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta visi Indonesia dalam implementasi industri 4.0.

“Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan targetnya menjadi salah satu pusat ekonomi global terbesar pada tahun 2030 mendatang. Berkaitan dengan itu, kami melihat adanya permintaan pasar yang tinggi terhadap kapabilitas dan solusi industri 4.0 dari BOSCH,” kata Pirmin Riegger, Managing Director BOSCH Indonesia melalui keterangannya, Senin (12/4/2021).

BOSCH sebagai perusahaan AIoT terbesar di dunia menguasai beberapa area utama yang dapat berkontribusi guna mendukung inisiatif Indonesia. Riegger menyampaikan, kemampuan BOSCH yang terpusat pada teknologi global telah dikembangkan dengan keahlian internasional sehingga terbukti dan teruji bagi pasar Indonesia.

“Kami menggabungkan artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membuat mesin-mesin pintar bekerja lebih efisien dan andal, mendukung sektor manufaktur di Indonesia,” tambah Riegger.

Adapun BOSCH Indonesia melalui gelaran Hannover Messe 2021 : Digital Edition pada 12-16 April 2021 ini memamerkan solusi perangkat lunak industri 4.0 yang terdepan, yakni NEXEED Industrial Application System dan ActiveCockpit. Melalui pameran teknologi ini, BOSCH juga secara perdana mengenalkan Mechatronics Training System (mMs) 4.0 untuk pasar Indonesia.

NEXEED Industrial Application System sendiri merupakan solusi untuk industri 4.0 yang lengkap guna mendigitalisasi seluruh rantai nilai produksi dalam industri. Perangkat lunak ini mampu membantu mencatat, memproses, serta memvisualisasikan data dari proses produksi serta logistik.

Sistem dari NEXEED ini juga mampu menyediakan data yang kompatibel serta standar, serta memberikan informasi singkat yang tetap dapat menghasilkan wawasan baru. Proses produksi pun dapat dimonitor secara langsung dan para manajer pabrik dapat mengakses perangkat Industrial Internet of Things (IoT) secara terpusat, seperti sensor dan gateway.

“BOSCH sendiri telah menggunakan ActiveCockpit, solusi industri 4.0 yang mampu meningkatkan operasi produksi di fasilitas manufakturnya di Cikarang, Bekasi,” terang Riegger.

ActiveCockpit adalah solusi yang dapat melakukan pengumpulan data secara real-time sehingga dapat membantu memfasilitasi peningkatan operasi serta fleksibilitas dalam produksi yang lebih besar.

Solusi ini juga sejatinya menghubungkan berbagai aplikasi TI, termasuk perencanaan produksi, manajemen dan kualitas, serta sistem komunikasi dengan fungsionalitas perangkat lunak mesi dan pabrik

Melalui analisis yang jelas serta tugas yang spesifik, data yang dikumpulkan oleh ActiveCockpit ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan serta perbaikan proses operasi pabrik.

BOSCH tidak hanya menawarkan solusi berbasis teknologi untuk implementasi industri 4.0, tetapi juga menawarkan berbagai layanan untuk konsultasi di bidang industri 4.0. Termasuk pula pelaksanaannya.

“BOSCH mendukung industri manufaktur agar berhasil dalam mengimplementasikan digitalisasi dan peningkatan produksi,” papar Riegger.

Sementara Bosch Mechatronics Training System (mMs) 4.0 hadir untuk meningkatkan kompetensi mengenai industri 4.0 di Indonesia. Hal ini karena selain teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja juga memegang peranan penting dalam keberhasilan strategi Making Indonesia 4.0.

Perlu untuk diketahui bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki target untuk melatih lebih dari 1,5 juta pekerja dari sektor industri guna mendorong implementasi industri 4.0 sepanjang 5 tahun ke depan.

“Guna mendukung inisiatif ini, BOSCH telah mengembangkan BOSCH Mechatronics Training System (mMS 4.), yaitu sistem pelatihan industri 4.0 yang lengkap bagi universitas dan lembaga pendidikan,” ungkap Riegger.

Riegger menuturkan, sistem ini dirancang untuk dapat memberikan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mendalam yang diperlukan untuk dapat mengoperasikan serta menavigasikan teknologi industri 4.0 bagi para peserta pelatihan.

BOSCH mMS 4.0 mampu memberikan simulasi mengenai proses serta situasi nyata dalam jalur manufaktur cerdas melalui berbagai tingkat kompleksitas. Hal ini memungkinkan peserta dan pelatih untuk mempelajari serta menerapkan sistem hidraulis, pneumatik, dan mekanika modular.

“Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik tentang teknologi manufaktur cerdas dapat terwujud serta dapat mempertajam kapabilitas dan kompetensi tenaga kerja dalam negeri untuk membentuk daya saing berkelanjutan Indonesia di industri manufaktur,” pungkas Riegger.