Teknologi AI Menjadi Tren Teknologi Enterprise Pertama di 2021


Ilustrasi Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Zebra Technologies Corporation sebagai perusahaan teknologi memprediksi tren teknologi enterprise utama pada tahun 2021 akan meliputi masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) hingga otomasi di berbagai sektor.

Tren teknologi enterprise pertama terdiri dari computer dan machine vision, yang telah memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai lingkungan fisik perusahaan di berbagai industri. Dengan sistem computer vision maka akan tercipta solusi yang secara visual dapat menafsirkan dan memahami dunia secara lebih efektif dan lebih luas.

“Untuk meraih leadership di industri pada 2021 dan tahun berikutnya, perusahaan di Indonesia perlu memiliki teknologi yang tepat dalam mebantu mereka meraih efisiensi operasional dan hasil bisnis yang lebih baik,” ujar Country Lead for Indonesia, Zebra Technologies Asia Pacific, Tracy Yeo yang dikutip dari Antara news, Rabu (31/3).

Menurut Tracy, machine vision merupakan bagian dari computer vision yang menggunakan teknik visual untuk berfokus pada inspection analysis dan pendekatan anomali. Dengan berbagai kemampuan dan fungsinya, computer and machine vision dapat membantu memecahkan masalah mendesak yang sebelumnya diarahkan pada pekerja.

Selain itu, terdapat pula otomasi pintar termasuk AI dan robotik. “Otomasi ini difasilitasi oleh asistem virtual seperti Alexa dan Siri. Penggunaan teknologi machine learninf oleh perusahaan akan memperbaiki workflow, delivery, dan consumer experience”, tambah Tracy.

Teknologi AI dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merekomendasikan tindakan korektif. AI serta robotik akan mendorong agar otomasi pintar dapat menjadi bagian dari tren Internet of Things (IoT) dan Industry 4.0.

Teknologi selanjutnya adalah data and prescriptive analytics. Menerapkan solusi prescriptive analytics dengan cara menyerap data real-time akan meningkatkan kinerja dan menghasilkan tindakan yang dinamis.

Perusahaan-perusahaan yang menerapkan analitik seringkali beroperasi dan dioptimalkan dengan menggunakan data-data sebelumnya. Hal ini akan menghadirkan tantangan tersendiri ketika muncul alira data baru dan dimasukkan ke dalam model prediktif untuk mendorong tindakan dan hasil yang real-time.