Hunian Kapsul Canggih Bobobox, Gunakan Teknologi IoT


Internet Of Things

Ilustrasi Internet Of Things

Startup pengelola jaringan hotel kapsul Bobobox menghadirkan dua lokasi penginapan baru di Indonesia dilengkapi dengan fasilitas berbasis Internet of Things (IoT). Lokasi hotel kapsul Bobobox tersebut berada di area Malioboro, Yogyakarta dan Juanda, Jakarta Pusat. Saat ini, Bobobox telah memiliki hotel kapsul di 13 lokasi yang tersebar di Bandung, Jakarta, Semarang, hingga Yogyakarta.

Saat ini tren akomodasi hotel berbentuk kapsul sedang tumbuh-tumbuhnya di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh CEO Bobobox Indra Gunawan. Bobobox memanfaatkan peluang ini dengan berinovasi di tengah gempuran pandemi COVID-19, dimana di kala pandemi ini hotel kapsul menjadi solusi bagi para pelancong.

Ruang kapsul Bobobox di dua lokasi baru ini telah dilengkapi yang pengaturan akses pintunya terhubung ke aplikasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa menjadi alat pengaturan warna lampu LED di pod (ruang kapsul).

Salah satu penyedia layanan hotel kapsul ini juga melakukan inovasi yang mampu memastikan dan akses check-in hingga check-out dilakukan tanpa kontak (contactless experience). Sehingga bagi konsumen yang mau menginap di kala pandemi tidak perlu khawatir akan penyebaran virus.

"Kami mengalahkan langkah-langkah ekstra untuk memastikan kebersihan dan akses check-in dan check-out yang seamless, sehingga semua stakeholder bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," jelas Indra, Sabtu (29/08/2020).

Lebih jauh, Bobobox pun menerapkan protokol kesehatan di hotel. Ukuran kamar alias kapsul besutannya yang mungil dinilai lebih aman saat dilakukan penyemprotan disinfektan dibanding dengan kamar yang lebih besar. Proses inspeksi protokol kesehatan juga dilakukan di setiap sleeping pods yang membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Startup hotel kapsul ini juga berkolaborasi dengan pelaku UMKM di sekitar lokasi hotel. Tujuannya tak lain untuk membantu pembangunan perekonomian di tengah pandemi saat ini. Melalui fitur on-demand food, pelaku UMKM dapat menjual produknya ke tamu hotel.

"Lewat teknologi, kami akan merangkul pelaku usaha kecil untuk tumbuh bersama," tambahnya
Bobobox optimis dalam pembukaan cabang baru ini didukung data okupansi. Sejak Juni kemarin, pihaknya menilai pertumbuhan pemesanan sudah mulai terasa. Hal ini dibuktikan dengan tingkat hunian kamar Bobobox pada Juni 2020 berada di kisaran 50%-60%; sedangkan properti lain di sekitar tempat wisata hanya mencatatkan 15% tingkat hunian.

"Di masa transisi new normal kemarin, occupancy rate kita menunjukkan strong recovery yang itu membuktikan konsumen dalam negeri berumbuh kembali dengan cepat, karena data kami menunjukkan konsistensi di level 80%. Kami optimis tingkat hunian ini dapat beranjak menjadi 90% dalam waktu tidak lama lagi," kata Indra.

CEO Bobobox juga mengaku ingin berkolaborasi dengan pihak MRT di Jakarta dengan membangun tempat istirahat bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi supaya mendapat sebuah alternatif pilihan untuk istirahat. Untuk diketahui, Bobobox sendiri mendapat pendanaan Seri A 11,5 juta dolar AS (sekitar Rp163,5 miliar) dari Horizons Ventures dan Alpha JWC Ventures di tengah pandemi COVID-19. Suntikan modal tersebut digunakan Bobobox untuk membuka lebih banyak cabang