Platform Berbasis Cloud, MÖBIUS Dukung Perbankan Terbuka Digital

  • Ayu
  • 09 Sep 2020 16.00 WIB

Ilustrasi Cloud Computing

Ilustrasi Cloud Computing

Industri perbankan layaknya industri lainnya yang siap menghadapi revolusi digital yang beroperasi di dunia yang berbeda terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 ini serta lebih mengedapankan sistem dengan akses digital. Perusahaan yang memberikan layanan akses dalam bentuk platform bagi industri perbankan berbasis cloud adalah Silverlake Axis Ltd (SAL) yang merupakan penyedia solusi core banking universal untuk 40% bank tier 1 dan 2 tertinggi di ASEAN.

Hal itu dibuktikan oleh Silverlake Axis Ltd (SAL) yang memberikan pengumuman dalam Kongres Asian Financial Services (AFS) tentang peluncuran platform terbarunya berbasis cloud (cloud-native), MÖBIUS. MÖBIUS merupakan platform perbankan terbuka strategis yang komprehensif yang sepenuhnya digital terpadu dan terbuka bagi perbankan komersial. SAL meyakinkan bahwa sebagai ‘mitra’ yang berpotensi serta berpengalaman dengan platform yang terbukti dan teruji, integritas pengetahuan sangat penting pada tahap transformasi ini.

Para pelaku industri yang menggunakan MÖBIUS dapat membawa sistem core banking ke dalam platform MÖBIUS agar dapat menyesuaikan seluruh operasional mereka hanya dalam satu platform. Seluruh layanan yang diciptakan oleh MÖBIUS mendukung pengembangan oleh DEVOPS; sebagai pengembangan berbasis container dan dioptimalkan untuk infrastruktur cloud yang dipilih bank, baik private, public, dan hybrid.

Managing Director Silverlake Economy, Choo Soo Ching dan Managing Director IDC Financial Insights, Cyrus Daruwala saat berdiskusi di AFS mengungkapkan bahwa “mereka sependapat apabila bank-bank Asia akan menghadapi dunia berbasis cloud dengan membuat dua strategi agar dapat masuk dunia pasar yakni dengan membangun aliran pendapatan baru dengan menciptakan ekosistem yang terkoneksi, monetisasi data, dan menjadikan perbankan dan bekerja di bank sebagai pengalaman yang sama sekali ‘berbeda.”

Strategi kedua, bank dituntut mempercepat kemampuan digital mereka dengan menciptakan bank yang dinamis, lincah, dan terkoneksi, sehingga siap menghadapi berbagai guncangan sistemik yang bersifat global seperti saat ini. Sebuah studi riset yang dibuat oleh IDC bahwa lebih dari 100 bank Asia telah memberi gambaran tentang urgensi perubahan ini.   

Pada pidato yang diberikannya saat Kongres AFS, Group Managing Director SAL, Andrew Tan mengatakan, “Di masa ini merupakan waktu yang terbaik bagi bank untuk secara strategis mengevaluasi dan mengubah sistem core banking dengan sistem yang lebih lincah, terkoneksi, dan siap digunakan di masa depan.”