Platform Kopral Siap Kembangkan Koperasi Indonesia Menuju Era Digitalisasi


Internet Of Things

Ilustrasi Internet Of Things

PT Kopral Indonesia Teknologi (KIT), penyedia layanan teknologi informasi, meluncurkan platform digital koperasi Indonesia yaitu Koperasi All In One (Kopral). Melalui platform Kopral, anggota koperasi bisa melakukan pembelian di berbagai merchant yang sudah bekerjasama dengan Kopral. Selain itu, anggota koperasi bisa langsung mengatur cicilan mereka secara langsung di aplikasi KIT ini.

Chief Executive Officer (CEO) KIT, Adi Santoso mengatakan bahwa dengan hadirnya platform digital koperasi Indonesia dapat menjadikan solusi dari permasalahan koperasi untuk saat ini, diantaranya pembukuan yang masih manual dan terbatasnya perkembangan bisnis dan layanan yang ada di koperasi.

"Melalui platform Kopral ini kami berharap bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut sekaligus menumbuhkan kembali gairah bisnis koperasi di Indonesia terutama di masa pandemi ini," ujar Adi Santoso di Surabaya, Senin (24/8/2020).

Adi Santoso mengungkapkan Kopral telah ada sejak 2018 di beberapa koperasi karyawan perusahaan. Mulai tahun 2020, Kopral sudah dikembangkan untuk jangkauan yang lebih luas, lebih mudah dan lebih efektif sehingga koperasi menjadi lebih baik. Untuk peluncuran platform Kopral yaitu pada HUT RI ke-75, platform Kopral dapat membuat ekosistem yang baru dengan adanya kerjasama dengan pihak lain.

"Bertepatan dengan momen HUT ke-75 RI, kami meluncurkan kembali platform Kopral sebagai sumbangsih untuk kemajuan perkoperasian Indonesia. Kopral kini menjadi pionir platform koperasi Indonesia yang menciptakan ekosistem baru dengan kolaborasi bersama UMKM, e-commerce, sesama koperasi, dan bisnis digital lainnya," jelasnya.

Untuk saat ini telah ada tiga koperasi yang dalam proses penjajakan dengan jumlah anggota sebanyak 20.000 an orang. Adi menambahkan bahwa target untuk sampai akhir tahun ini ada sebanyak 40.000 anggota koperasi. Chief Technology Officer (CTO) KIT, Gama Wardhana mengatakan bahwa platform Kopral ini telah menyediakan berbagai fitur digitalasi koperasi yang terbaru dan dapat digunakan oleh pengurus atau anggota koperasi agar dapat memudahkan transaksi, pencatatan serta laporan keuangan. Fitur yang ada pada Kopral pun telah mendukung bisnis dengan e-commerce dan UMKM.

"Integrasi melalui sistem pembayaran tunda atau paylater memudahkan anggota koperasi untuk bisa berbelanja. Dengan demikian, pelaporan keuangan dan pencatatan transaksi dilakukan secara online seperti untuk laporan neraca, saldo kas, laba/rugi, hingga pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang tentunya akan memudahkan kerja pengurus koperasi," ujar Gama Wardhana.

Dalam hal ini, untuk anggota koperasi dapat melakukan transaksi di merchant yang sudah melakukan kerjasama dengan koperasi tersebut, sistemnya yaitu paylater. Dengan begitu anggota tidak perlu melakukan pembayaran langsung namun dapat diibaratkan seperti penggunaan kartu kredit. Chief Commercial Officer (CCO) KIT, Alma Saquille mengatakan, Kopral sudah menawarkan biaya layanan yang cukup murah, mulai dari Rp 5.000 per anggota koperasi per bulan. Dengan biaya layanan tersebut, anggota koperasi sudah dapat menikmati semua fitur yang ada pada Kopral, baik dari website, handphone Android ataupun IOS.

"Biaya itu juga mencakup layanan migrasi, maintenance hingga penyimpanan data berbasis cloud server. Sehingga koperasi sudah mendapatkan total solution dengan harga terjangkau tanpa investasi infrastruktur lagi serta jaminan keamanan data koperasi dan anggota," jelas Alma.

Sekedar informasi, PT. KIT terdiri dari kumpulan para milenial ikut mendukung digitalisasi koperasi Indonesia di masa pandemi Covid-19. Koperasi yang semula hanya memiliki produk sebatas simpan dan pinjam, ditangan PT. KIT menjadi toserba, cafe bahkan tempat menyediakan segala jenis kebutuhan anggotanya. Harapannya, platform koperasi digital ini dapat menjaring anggota koperasi sedikitnya mencapai 40.000 anggota per tahun yang juga sejalan dengan rencana menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim.